Burung yang sedang sakit harus segera diobati sebelum penyakitnya bertambah parah. Tapi tak jarang, penggemar burung mendapati momongannya yang biasanya lincah dan aktif mendadak terkulai lemas lalu mati. Lalu apa penyebab burung mati mendadak? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Kematian mendadak pada burung piaraan kebanyakan disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. Sayangnya terkadang kita tidak bisa mendeteksi gejala penyakit dari burung tersebut, karena banyak burung yang cukup pintar menyembunyikan kondisi kesehatan mereka.

Penyakit paling umum yang bisa menyebabkan kematian mendadak adalah infeksi pernafasan. Penyakit ini biasanya muncul pada pergantian musim dari musim panas ke musim gugur, atau dari musim kemarau ke musim hujan dan sebaliknya.

Gejala – gejala dari infeksi pernafasan bisa mencakup semua tanda-tanda dari gangguan kesehatan yang umum, misalnya :

  • Burung sering mengembangkan bulu-bulunya atau bulu yang sering acak-acakan.
  • Burung menjadi lebih banyak tidur dari biasanya, terutama pada siang hari atau sehabis merasa kecapaian.
  • Burung mendadak kurang aktif.
  • Nafas yang tersenggal-senggal atau terengah-engah seperti menahan sakit.
  • Kotoran burung yang sering berwarna kekuningan, putih atau bening.
  • Area sekitar dubur yang selalu tampak basah.

 

Yang umum dilakukan oleh kicaumania yang burungnya mengalami infeksi pernafasan tersebut adalah dengan memberikan lampu penghangat di atas sangkarnya. Tapi faktanya, pemberian lampu yang bersifat panas tersebut justru memperparah kondisinya.

Banyak dokter hewan tidak menyarankan penggunaan lampu tambahan untuk burung yang sedang alami infeksi pernafasan, karena suhu panas bisa membuat penyakitnya semakin parah dan sulit disembuhkan. Kondisi ini tentu akan mempercepat kematiannya.

Penggunaan lampu penghangat akan sangat bermanfaat bagi burung yang menderita sakit di luar infeksi pernafasan misalnya sakit flu, kurang fit, gangguan pencernaan, dsb.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here