Dari sekian banyak jenis burung yang berkeliaran bebas di alam liar, kedasih menjadi satu-satunya jenis yang kehadirannya tidak diharapkan oleh sebagian masyarakat termasuk penggemar burung di Indonesia. Suaranya yang mendayu memunculkan Mitos burung kedasih yang penuh misteri.

Di beberapa daerah, kedasih dikenal dengan nama sebutan daerahnya masing-masing seperti sirit uncuing, wiwik, sirit asih, emprit gantil, daradasih, untit-untit, dsb. Nama ilmiahnya adalah Cacomantis sp. dari keluarga Cuculidae.

Suara kicauan burung kedasih terdengar sangat lirih dengan alunan mendayu-dayu yang dibawakan secara berulang dan irama yang menurun. Bagi banyak orang, kicauannya dianggap membawa kabar buruk di daerah tersebut. Keberadaannya pun kerap dianggap sebagai jelmaan mahluk tak kasat mata yang akan menggangu manusia.

Apapun mitos burung kedasih, namun burung ini sama saja seperti burung liar lainnya sebagaimana kutilang, trucukan, atau burung gereja yang kerap dijumpai di kampung-kampung maupun kota-kota besar. Selain suaranya yang menghantarkan suasana mistis, kedasih juga adalah burung yang memiliki sifat parasit.

Untuk meneruskan keturunannya, burung kedasih tak segan-segan menitipkan telurnya di sarang milik burung lain. Nantinya telur yang menetas jadi anakan kedasih akan langsung membuang anakan burung lain yang ada di sarang tersebut, dengan demikian induk burung akan lebih fokus merawatnya hingga dewasa.

Terdapat empat jenis burung kedasih yang tersebar di dalam wilayah Indonesia namun hanya tiga jenis saja yang umum dijumpai, yaitu:

1. Wiwik uncuing (Cocomantis sepulcralis)

Mitos burung kedasih 3

Wiwik uncuing memiliki nama lain Rusty-breasted cuckoo, termasuk jenis burung kedasih yang umum ditemukan di kawasan pemukiman baik di kampung maupun perkotaan. Burung ini memiliki bagian kepala berwarna abu-abu, sedangkan bagian punggung, sayap dan ekornya berwarna coklat keabu-abuan dan tubuh bagian bawah merah karat.

2. Wiwik Kelabu (Cocomantis merulinus)

Mitos burung kedasih 2

 

Nama lainnya adalah Plaintive cuckoo, ukuran tubuhnya lebih kecil dari wiwik uncuing. Burung dewasa memiliki kepala abu-abu, punggung coklat dengan perut dan ekor berwarna merah sawo matang. Penampilannya mirip seperti wiwik lurik tapi tanpa garis mata. juga mirip wiwik uncuing tetapi lebih pucat dan kicauannya pun berbeda. Iris mata merah, paruh atas kehitaman, paruh bawah kuning dan kaki berwarna kuning.

3. Wiwik Lurik (Cocomantis sonneratii)

Mitos burung kedasih

 

Wiwik lurik dikenal juga dengan nama Banded bay cuckoo. Tubuh bagian atas berwarna coklat terang dan tubuh bawah putih bergaris kehitaman. Alis bergaris pucat, iris mata kuning, paruh atas hitam, paruh bawah kuning, kaki abu-abu. Jenis burung ini lebih sering terdengar suaranya saja tanpa terlihat penampakan burungnya.

 

Mitos burung kedasih sudah lama ada dan berkembang di beberapa daerah di Indonesia, namun tidak berarti bahwa spesies burung ini harus ditakuti kedatangannya. Karena bagaimana pun mereka juga adalah mahluk Tuhan dengan perilaku dan kebiasaannya yang unik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here